AC Rusak-Di tengah cuaca yang cenderung panas akhir-akhir ini, berlindung pada hembusan hawa sejuk dari perangkat AC (air conditioner) tentu menjadi kemewahan tersendiri. Berlama-lama di bawah hembusan AC memang tak menjadi masalah bila di rumah terpasang AC inverter.

Namun, masalah muncul ketika harus menghadapi AC rusak, baik tidak menyala maupun AC tidak dingin. Terdapat tiga komponen utama AC yang bila rusak dapat mengakibatkan kerja tak optimal atau bahkan AC mati. Ketiganya yaitu kompresor, kondensor dan modul PCB.

Di luar dari usia, kesalahan perilaku pemakaian atau pilihan kapasitas yang tak sesuai, ada dua hal yang menjadi penyebab rusaknya ketiga komponen utama AC ini.

Tegangan listrik tak stabil

Seperti perangkat elektronik lainnya, tegangan listrik tak stabil seringkali menjadi penyebab rusaknya AC. Tegangan listrik yang tiba-tiba turun mempengaruhi kerja hampir seluruh perangkat dalam sebuah AC.

Bagai sebuah mesin pada mobil, kompresor mengambil peranan utama pada AC. Di dalam kompresor inilah terdapat motor yang menggerakkan sirkulasi pendingin (refrigerant) dan menghisap panas.

Meskipun AC baru, tegangan listrik yang tak sesuai mengakibatkan kompresor yang sangat peka terhadap arus dan tegangan listrik lebih mudah rusak.

Selain kompresor, rangkaian PCB juga mendapat dampak akibat dari tegangan listrik tak stabil ini.  Pasalnya, modul PCB merupakan tempat rangkaian kelistrikan yang berperan mengatur semua urusan kelistrikan pada AC.

Perannya sudah dimulai dari pengaturan arus listrik yang masuk saat AC pertama dinyalakan. Tegangan listrik tak stabil tentu mempengaruhi seluruh komponen pada rangkaian kelistrikan ini.

Debu dan Karat

Disamping tegangan listrik tak stabil, debu dan karat menjadi penyebab yang seringkali tanpa disadari membuat kerusakan pada AC. Meskipun terlihat lebih sepele, namun dampak debu dan karat lebih luas dari soal tegangan listrik.

Hal ini mengingat AC memiliki dua bagian besar yaitu unit dalam (indoor) dan unit luar (outdoor). Bagian AC yang rentan mendapat masalah dari debu dan karat adalah kondensor. Letaknya yang berada di unit luar (outdoor) AC membuat bagian ini luput dari perhatian. Padahal, kondensor yang merupakan jaringan pipa inilah fungsi pengembunan terjadi untuk kemudian dihembuskan mengirim udara dingin ke dalam ruangan.

Timbulnya karat pada kondensor tak saja menyebabkan kerjanya tak optimal, namun lebih dari itu, lambat laun akan menyebabkan kerusakan serius seperti kebocoran pada unit AC.Selain itu, Modul PCB tak luput dari permasalahan debu dan karat. Ini disebabkan pada sebagian AC, modul ini terletak pada bagian unit luar (outdoor).

Debu dan kotoran menempel, ditambah dengan perubahan cuaca yang menimbulkan uap air menyebabkan tak hanya kondensor namun juga PCB rentan terhadap kerusakan. Tak susah sebenarnya membuat Anda terhindar dari permasalahan ini. Semuanya dimulai dari saat menimang membeli AC baru. Pastikan unit AC memiliki perlindungan yang menjawab persoalan ini. Bila memang tegangan listrik tak stabil menjadi persoalan di lingkungan tinggal Anda, saatnya memastikan unit AC memiliki kemampuan LVO (Low Voltage Operation). Sesuai namanya, fitur yang terletak pada modul PCB ini membuat pemiliknya bebas khawatir dari listrik yang tak stabil.

Sementara itu, debu dan kotoran yang menyebabkan karat di bagian kondensor pada unit luar (outdoor) AC memang merupakan hal yang tak dapat dihindari sebab peletakannya yang berada diluar yang langsung terpapar perubahan cuaca dan lingkungan sekitarnya. Khusus untuk kompresor, ada baiknya Anda melihat kembali masa garansi yang ditawarkan. Hal ini karena selain tegangan listrik, faktor usia pun menjadi penyebab rusaknya kompresor. Pasalnya, kerja kompresor yang mengatur sirkulasi panas dan dingin sepanjang pengoperasian dengan sistem piston menyebabkan bagian ini berpotensi aus karena usia.

Jadi, ketika Anda mengalami masalah pada AC Anda segera hubungi kami, PT SUBITU Karya Teknik. Solusi untuk mengatasi AC Anda.

Leave a Comment