Pendingin ruangan atau pengkondisi udara atau Air Conditioner (AC), adalah mesin atau alat yang dirancang untuk menstabilkan suhu dan kelembaban udara suatu tempat/ruangan. Konsep AC sendiri diketahui telah diterapkan sejak zaman Romawi Kuno pada abat pertengahan. Sedangkan untuk era modern yang sudah mulai menggunakan bahan kimia untuk pengoperasiannya, AC baru populer di abad ke 19. endingin modern muncul dari kemajuan dalam ilmu kimia selama abad 19, dan pendingin udara skala besar listrik pertama ditemukan dan digunakan pada tahun 1902 oleh Willis Haviland Carrier.

Seiring dengan zaman yang perkembangannya begitu pesat, AC kian hari dirasa sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, seperti aktivitas perkantoran, aktivitas belajar-mengajar, dan tidak jarang pula digunakan secara personal di tiap-tiap rumah. AC sendiri memiliki berbagai bentuk atau jenis yang disesuaikan dengan tujuan penggunaannya.

Mulai dari penggunaan personal di rumah, hingga penggunaan skala besar, seperti perkantoran dan gedung-gedung besar lainnya. Lalu, apa saja jenis AC tersebut? Berikut ini adalah beberapa Jenis dari AC yang beredar di pasaran:

AC Split Wall

AC Split Wall adalah yang paling banyak penggunaannya untuk pemakaian personal di rumah-rumah, atau juga di kantor-kantor yang masih berskala kecil. AC dengan jenis ini memiliki dua unit yang digunakan dalam proses instalasinya, yaitu unit indoor dan unit outdoor. Untuk unit outdoor, di dalamnya terletak compressor AC.

Jenis AC Split Wall ini memiliki prinsip kerja dengan cara refrigerant (freon) dipompa ke koil pendingin melalui saluran (duct), yang dihubungkan melalui pipa conduit (biasanya berdiameter 3 inch). Dalam proses instalasinya pipa conduit tersebut dipasang menembus tembok untuk menghubungkan unit outdoor dan indoor.

Kelebihan dari jenis AC Split Wall

Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, AC Split Wall ini adalah jenis AC yang paling banyak penggunaannya. Hal tersebut dikarenakan jenis AC ini memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah:

  1. Memiliki banyak varian bentuk, sehingga bisa disesuaikan dengan dekorasi ruangan anda
  2. Satu unit outdoor bisa digunakan untuk lebih dari satu unit indoor, dikarenakan pipa conduit bisa dibeli secara terpisah dan bisa diatur panjangnya untuk menjangkau unit indoor lain.
  3. Suara yang dihasilkan dari unit indoor tidak berisik.

Kekurangan dari jenis AC Split Wall

Meskipun AC Split Wall adalah yang paling banyak digunakan oleh masyarakat, namun AC jenis ini tetap memiliki beberapa kekurangan, diantaranya adalah:

  1. Saat instalasi AC Split Wall harus melakukan proses pembuatan lubang di tembok, sehingga saat dibongkar akan meninggalkan lubang di tembok tersebut.
  2. Proses instalasi dan pembongkarannya tidak mudah, memerlukan tenaga ahli yang benar-benar paham cara instalasinya.
  3. Menggunakan remot kontrol sebagai alat untuk mengatur suhunya, ketika remot tersebut hilang anda akan memiliki sedikit kesulitan.

AC Floor Standing

AC Floor Standing ini unitnya berbeda dengan  AC Split, dimana pada jenis ini hanya memiliki satu unit saja, yaitu unit indoor. Untuk AC jenis ini air juga digunakan sebagai proses untuk menghasilkan udara dingin, sehingga di dalam unit AC ini terdapat tank yang digunakan untuk media penampungan air nantinya. Biasanya jenis ini digunakan untuk ruangan yang cukup luas.

Kelebihan dari AC Floor Standing

Jika anda lebih memilih untuk menggunakan AC jenis ini maka anda akan mendapat beberapa kelebihan yang dimilikinya, yaitu antara lain:

  1. Untuk proses instalasinya tidak perlu melakukan pelubangan pada dinding.
  2. Bentuknya portabel, sehingga mudah untuk disimpan atau dipindah tempatkan.

Kekurangan dari AC Floor Standing

Memang benar AC jenis ini tampak lebih irit tempat, namun ternyata ia juga memiliki beberapa kekurangna yang perlu diketahui, yaitu antara lain:

  1. Penggunaan daya listrik yang tidak kecil (biasanya 1000 watt atau lebih)
  2. Karena unit tidak di pisah outdoor/indoor, jenis ini menghasilkan suara yang cukup berisik
  3. Perawatannya harus lebih telaten, karena harus rutin memeriksa air limbasan dari kompresor.

AC Split Duct

Pernahkah anda merasa penasaran dengan gedung besar seperti Mall bisa tetap terasa dingin, meskipun tidak tampak ada unit AC di dalam ruangannya? Ya, itu karena mereka menggunakan AC dengan jenis Split Duct. AC ini memiliki cara kerja dengan sistem ducting sebagai cara mendistribusikan hawa dingin ke seluruh ruangan.

AC ini menggunakan satu titik kontrol (biasanya ruangan kontrol) untuk mengatur rendah atau tingginya suhu yang didistribusikan. Semakin berkembangnya zaman, AC jenis Split Duct ini ikut berkembang sesuai dengan permintaan pasar akan efisiensi, baik dari segi material, desain, perawatan dan energi yang digunakan.

Kelebihan dari AC Split Duct, antara lain:

  • Estetika ruangan terjaga, karena tidak ada unit indoor yang mengganggu pemandangan di ruangan.
  • Suara tidak berisik sama sekali di dalam ruangan.
  • Karena menggunakan sistem ducting, distribusi suhu dingin lebih merata ke seluruh ruangan.

Kekurangan dari AC Split Duct, antara lain:

  1. Baik proses instalasi, perawatan atau pembongkaran sangat membutuhkan tenaga yang benar-benar ahli dan paham dalam bidangnya.
  2. Karena menggunakan sistem duct, ketika terdapat kerusakan maka dampaknya akan dirasakan seluruh ruangan.
  3. Biaya investasi awal untuk pengadaan AC jenis ini tidak murah.
  4. Hanya bisa di kontrol melalui 1 titik (ruangan kontrol).

AC Inverter

Sebetulnya AC jenis ini tidak berbeda bentuk atau tipenya dengan jenis AC yang pertama, yaitu bentuk split wall. Hanya saja yang membedakannya adalah sistem yang digunakan pada AC jenis ini sudah menggunakan sistem inverter. Sistem inverter ini adalah teknologi yang digunakan untuk mengontrol kecepatan kompresor untuk mendorong aliran freon dalam AC. Karena kemampuannya dalam mengontrol kecepatan kompresor, AC jenis ini dikenal juga sebagai unit AC yang hemat daya atau ramah lingkungan.

Kelebihan dari AC Inverter, sebagai berikut:

  1. Hemat daya listrik, karena sudah dilengkapi teknologi inverter (biasanya hanya menggunakan 30% daya dibanding AC split wall biasa)
  2. Untuk mencapai suhu optimal saat awal dinyalakan, teknologi inverter bisa membuatnya lebih cepat.
  3. Penggunaan freon pada AC ini lebih ramah lingkungan (Freon R410A Friendly Ozone).
  4. Suara unit outdoor tidak seberisik AC split wall biasa.

Kekurangan dari AC Inverter, sebagai berikut:

  1. Teknologi yang mutakhir ini membuatnya dibanderol harga yang tidak murah.
  2. Bahan refrigerant yang digunakan (Freon R410A Friendly Ozone) harganya bisa di bilang cukup mahal.
  3. Komponen dari AC Inverter dikenal lebih mudah rusak dibanding AC biasa (pipa yang digunakan berbeda dengan AC biasa).
  4. Akan meninggalkan lubang di dinding, layaknya AC Split Wall pada umumnya.

AC Casette

Pernahkah ketika di dalam suatu ruangan anda melihat alat berbentuk kotak yang menempel di plafon dari ruangan tersebut dengan ruas-ruas lubang di situ?

Ya, itu adalah AC jenis Cassette. Jenis ini biasanya diinstal di dalam ruangan rapat atau ruangan kantor.

AC ini pun dalam instalasinya ada dua, yaitu yang menonjol dari plafon, dan yang tampak menyatu dengan plafon ruangan.

Kelebihan dari AC Cassette

  1. Karena mampu mengatur suhu ruangan sangat cepat, ini membuat AC Cassette dipilih untuk di instal dalam ruangan-ruangan rapat atau perkantoran.

Kekurangan dari AC Cassette

  1. Proses instalasinya sangat jauh lebih rumit jika dibandingkan dengan instalasi AC yang lainnya.

AC Central

AC sentral, pada AC jenis ini udara dari ruangan/bangunan didinginkan pada cooling plant diluar ruangan/bangunan tersebut kemudian udara yang telah dingin dialirkan kembali kedalam ruangan/bangunan tersebut. AC jenis ini biasanya dipergunakan di hotel atau mall.

Kelebihan AC sentral :

  1. Suara didalam ruangan tidak berisik sama sekali.
  2. Estetika ruangan terjaga, karena tidak ada unit indoor.

 

Kekurangan AC sentral :

  1. Perencanaan, instalasi, operasi dan pemeliharaan membutuhkan tenaga yang betul-betul terlatih.
  2. Apabila terjadi kerusakan pada waktu beroperasi, maka dampaknya dirasakan pada seluruh ruangan.
  3. Pengaturan temperatur udara hanya dapat dilakukan pada sentral cooling plant.
  4. Biaya investasi awal serta biaya operasi dan pemeliharaan tinggi.

AC VRV

VRV = Variable Refrigerant Volume merupakan sistem kerja refrigerant yang berubah-ubah. VRV system adalah sebuah teknologi yang sudah dilengkapi dengan CPU dan kompresor inverter dan sudah terbukti menjadi handal, efisiensi energi, melampaui banyak aspek dari sistem AC lama seperti AC Sentral, AC Split, atau AC Split Duct. Jadi dengan VRV System, satu outdoor bisa digunakan untuk lebih dari 2 indoor AC serta dapat mengatur jadwal dan temperatur AC yang diinginkan secara terkomputerisasi.

 

Sumber : Berbagai sumber.

Leave a Comment